Pintu Khas Jepang Antara Estetika, Fungsionalitas, dan Filosofi Hidup - Inspirasi Rumah Impian
Pintu Khas Jepang Antara Estetika, Fungsionalitas, dan Filosofi Hidup

Pintu Khas Jepang Antara Estetika, Fungsionalitas, dan Filosofi Hidup

Kalau ngomongin arsitektur Jepang, pasti yang langsung kebayang adalah rumah-rumah dengan desain minimalis, bahan alami, dan suasana yang tenang. Salah satu elemen yang paling ikonik dari rumah tradisional Jepang adalah pintunya. Tapi, seperti apa sih sebenarnya pintu khas Jepang? Apa kelebihan dan kekurangannya dibanding pintu biasa? Yuk, kita bahas Pintu Khas Jepang lebih dalam!


Apa Itu Pintu Khas Jepang?

Di Jepang, ada beberapa jenis pintu tradisional yang digunakan di rumah, kuil, hingga istana. Yang paling terkenal adalah shoji dan fusuma.

  1. Shoji (障子)

    • Pintu geser yang terbuat dari rangka kayu dan kertas washi.

    • Biasanya digunakan sebagai sekat antar ruangan atau pintu menuju taman.

    • Memberikan pencahayaan alami karena kertasnya semi transparan.

  2. Fusuma (襖)

    • Hampir mirip dengan shoji, tapi lebih tebal karena terbuat dari kayu dan kertas tebal.

    • Sering digunakan sebagai pintu kamar atau pembatas ruangan utama.

    • Bisa digeser untuk membuka ruangan lebih luas.

Selain dua pintu ini, ada juga karakami, yaitu pintu geser dengan dekorasi khas yang sering ditemukan di rumah para bangsawan zaman dulu.


Kelebihan Pintu Khas Jepang

1. Hemat Tempat

Berbeda dari pintu biasa yang harus dibuka dengan cara didorong atau ditarik, pintu Jepang biasanya bergeser. Ini bikin ruangan lebih fleksibel dan nggak makan tempat.

2. Menciptakan Suasana Tenang

Pintu shoji dengan kertas washi memungkinkan cahaya masuk dengan lembut, menciptakan suasana hangat dan nyaman di dalam rumah. Rumah jadi terasa lebih damai dan minimalis.

3. Mudah Dipasang dan Diganti

Karena menggunakan rangka kayu ringan dan kertas, pintu shoji dan fusuma lebih mudah diperbaiki atau diganti dibanding pintu kayu solid.

4. Bisa Membuat Ruangan Lebih Luas

Pintu geser Jepang sering digunakan untuk menggabungkan dua ruangan menjadi satu. Kalau ada acara keluarga, cukup geser pintunya, dan ruangan jadi lebih besar.

5. Estetik dan Tradisional

Desain pintu Jepang punya nilai seni tinggi. Ada yang polos minimalis, ada juga yang dihiasi lukisan alam atau motif khas Jepang.


Kekurangan Pintu Khas Jepang

1. Tidak Seaman Pintu Konvensional

Pintu khas Jepang terbuat dari kayu ringan dan kertas, jadi kurang kuat dibanding pintu kayu solid atau baja. Kalau untuk keamanan, perlu tambahan kunci atau pintu ekstra.

2. Tidak Tahan Air dan Cuaca Ekstrem

Kertas washi bisa rusak kalau terkena air atau kelembapan tinggi. Itu sebabnya pintu ini lebih cocok untuk interior daripada eksterior.

3. Kurang Kedap Suara

Karena bahannya tipis, suara dari ruangan lain bisa lebih mudah terdengar. Jadi, kalau butuh privasi lebih, pintu ini mungkin bukan pilihan terbaik.


Pintu Jepang dalam Desain Modern

Saat ini, banyak rumah modern yang mengadopsi konsep pintu khas Jepang tapi dengan material yang lebih kuat, seperti kaca buram atau panel kayu solid.

Misalnya:

  • Sliding door kaca dengan frame kayu, yang tetap memberikan estetika Jepang tapi lebih kokoh.

  • Pintu geser modern berbahan UPVC atau aluminium, lebih tahan lama dan mudah dirawat.

  • Pintu lipat bergaya Jepang, untuk menghemat ruang tapi tetap fungsional.


Apakah Pintu Jepang Lebih Baik?

Pintu khas Jepang punya banyak kelebihan, terutama dari segi desain, fungsionalitas, dan estetika. Cocok banget buat kamu yang suka rumah dengan konsep minimalis, alami, dan tenang.

Tapi, kalau prioritasnya adalah keamanan dan privasi, pintu ini mungkin perlu dikombinasikan dengan bahan lain atau desain modern yang lebih kokoh.

Share with your friends

Tips Memilih Furnitur yang Cocok Untuk Interior Rumah